Mereka berseru dan berontak kepada Musa karena sudah mencapai kehausan yang luar biasa karena tidak adanya air yang menjadi kekuatan merea didalam melakukan perjalanan. Dan disinilah justru Tuhan yang menunjukkan kemahakuasaanNya kepada umat yang dikasihiNya. Dengan melakukan mujizat melalui utusannya, diubah air pahit menjadi tawar agar boleh diminum. Dan karena kehadiran air ini, bangsa Israel semakin melihat kuat kuasa dan pemeliharaan Tuhan.
Paulus mengingatkan jemaat Korintus dan kita pada saat ini, bagaimana melalui bangsa yang dikasihi Tuhan sekalipun mereka melakukan penyimpangan dan menerima hukuman, tetapi dia tidak pernah lepas tangan dan selalu membantu kita melewati setiap pergumulan dan badai yang tercipta agar boleh membantu kita mematangkan iman dan melawan dosa.
Sebagaimana bangsa yang dikasihinya umat Israel yang telah mengakui dan bertumbuh imannya karena pengalaman dan mujizat yang dilakukan atas mereka yang membutuhkan air untuk menguatkan mereka, demikianlah kita yang mengasihi dan dikasihi Tuhan tentu membutuhkan minuman rohani yang hanya berasal dan bertumpu pada batu karang rohani, yaitu Tuhan kita, Yesus Kristus yang tidak pernah berhenti mengalirkan air kesetian dan kasihNya kepada kita supaya kita beroleh minuman rohani yang semakin mematangkan kita dan menuntun kita di perjalanan hidup kita dengan hanya berharap kepada Tuhan dengan gembira, dan selalu sabar di dalam kesusahan serta tetap bertekun dalam berdoa. Amin.
sumber: CPdt. Kelvin Hutabarat S.Th